Minggu, 11 Oktober 2015

#SIP_Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

Diposting oleh Unknown di 02.50 0 komentar


Disini saya akan membahas tentang sistem informasi psikologi (SIP). Mungkin kata sistem, informasi, dan psikologi sudah tidak asing lagi di telinga kita, namun mungkin banyak yang belum mengetahui dengan pasti apa definisi dan fungsinya. Sebelum saya menjelaskan tentang sistem informasi psikologi itu sendiri, saya akan menjelaskan satu persatu pengertian dari sistem, informasi dan psikologi dari beberapa tokoh.
Apa itu informasi?
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang mnggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Chr. Jimmy. L.Gaol (2008), informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan/manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Adapun Hendi Haryadi (2009), mengatakan informasi didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang memiliki arti bagi penerima dan dapat bermanfaat untuk manusia, serta menggambarkan kejadian-kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Fungsi utama informasi adalah untuk menambah pengetahuan, selain itu informasi berfungsi untuk mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian sehingga dapat diambil suatu keputusan yang baik, fungsi lain informasi adalah untuk memberikan standar-standar, dan aturan-aturan keputusan untuk penentu dan penyebaran tanda-tanda kesalahan.
Apa itu sistem?
Menurut Ida Nuraida (2008), sistem adalah kumpulan komponen dimana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh untuk bekerja mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hanif Al Fatta (2007), sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan komponen dan setiap komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi, serta memiliki hubungan satu dengan yang lainnya, sehingga mampu mencapai tujuan tertentu.
Apa itu sistem informasi?
Menurut Irene Joos, dkk (2009), sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki tujuan sendiri untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan sistem input/proses/output.
Menurut Kusrini & Andri kaniyo (2007), sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi berguna dalam pengambilan keputusan.
Menurut Jogiyanto, sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung oprasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengn laporan-laporan yang diperlukan.
Komponen-komponen sistem informasi:
-          Perangkat keras (hardware), mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
-      Perangkat lunak (software) atau program, sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
-    Prosedur, sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
-      Orang, semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesn, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
-      Basis data (database), sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
-        Jaringan komputer dan komunikasi data, sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
Fungsi dari sistem informasi adalah untuk membantu individu atau kelompok melaksanakan aktivitas, untuk perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan, serta pengambilan keputusan.
Kemudian apa itu psikologi?
Menurut Heru Basuki (2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan juga emosional.
Carole Wade & Carol Tavris (2007) mengatakan psikologi adalah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta bagaimana perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Sedangkan menurut Dali Gulo (1982) dalam kamus psikologinya, psikologi yaitu ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
Dari beberapa uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan proses-proses mentalnya.

Berdasarkan beberapa pengertian dari beberapa tokoh diatas mengenai informasi, sistem, sistem informasi, dan psikologi maka dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya yang  memiliki tujuan untuk menghasilkan informasi-informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi setiap penggunanya.

Referensi :
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Depok : Universitas Gunadarma.
Fatta, H.A. (2007). Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. (Google Book)
Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo. (Google Book)
Gulo, D. (1982). Kamus Psychology. Universitas Michigan: Tonis.
Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta: Visi Media.
Joos, I. Dkk. (2009). Belajar Cepat Komputer: Panduan untuk Profesi Kesehatan (ed.3). Jakarta: EGC. (Google Book)
Kusrini & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Penerbit Andi. (Google Book)
Nuraida, I. (2008). Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Kanisius.
Wade, C. & Tavris, C. (2007). Psikologi (ed.9). Jakarta: Erlangga. (Google Book)

#SIP_Etika Menulis Artikel Online

Diposting oleh Unknown di 02.47 0 komentar


Di zaman sekarang ini banyak artikel-artikel atau berita-berita yang dimuat atau ditampilkan di media online. Media online merupakan sebuah gebrakan baru di era internet. Banyak orang bisa dengan mudah mengakses informasi terbaru yang relatif cepat dibanding surat kabar dalam bentuk cetak yang terbit sehari sekali atau sehari dua kali.
Sejalan dengan bertambahnya karya tulis yang dipublikasi, semakin marak pula berita-berita mengenai terjadinya pelanggaran etika maupun terjadinya plagiarisme. Sebelum artikel atau berita di muat dan ditampilkan di salah satu media, penulis harus mengerti apa saja etika dan kode etika menulis di media online.
Menurut Sumadiria (2004), artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kadang-kadang kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu (informatif), mempengaruhi, meyakinkan (persuasif argumentatif), dan menghibur khalayak pembaca.

Mengapa menulis memerlukan etika?
Tulisan merupakan media untuk mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain. Kesalahpahaman mengakibatkan pesan yang hendak disampaikan melalui tulisan menjadi tidak sampai kepada pembacanya.
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu benar atau salah, baik atau buruk.
Menurut Dahlan (2011), etika merupakan prinsip dan nilai-nilai yang menurut keyakinan seseorang atau masyarakat dapat diterima dan dilaksanakan secara benar dan layak. Dengan demikian, prinsip dan nilai-nilai tersebut berkaitan dengan sikap yang benar dan yang salah yang mereka yakini.
 
Berikut akan saya jabarkan etika dalam menulis artikel online yang baik dan benar:
·         Melahirkan karya orisinal, bukan jiplakan
·   Menjaga kebenaran dan manfaat serta makna informasi yang disebarkan sehingga tidak menyesatkan
·         Menulis secara cermat, teliti, dan tepat
·         Rangkaian kalimat yang baik dan teratur, enak dibaca, mudah dipahami oleh pembaca
·         Bertanggung jawab atas tulisannya
·         Memberi manfaat kepada masyarakat pengguna
·         Tidak melanggar hak orang lain
·         Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi
·         Kata pembuka dan penutup sesuai proporsi.
.
Referensi:
Dahlan, Abdul C. 2011. Hukum, profesi jurnalistik dan etika media massa. Jurnal Hukum. Vol XXV, No. 1.

Isnanto, R. 2009. Buku Ajar Etika Profesi. Fakultas Teknik: Universitas Diponegoro.

Rifai, Mien. A. 2012. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta: Gadjah  Mada University.

Sumadiria, Haris. 2004. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Penulis & Jurnalis Profisional. Bandung: Simbiosa Rektema Media.

Suryono, IAS. 2009. Plagiarisme dalam penulisan artikel ilmiah. Jakarta: PT Bina Pustaka.

Senin, 19 Januari 2015

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM MANAGEMENT

Diposting oleh Unknown di 01.31 0 komentar


OKTIVIANI
3 PA 08
15512588

Komunikasi
Komunikasi ialah proses menyalurkan informasi, ide, penjeleasan, perasaan, pertanyaan dari orang ke orang lain atau dari kelompok ke kelompok dan merupakan proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan kelompok-kelompok tersebut.

Fungsi dan Tujuan Komunikasi Dalam Manajemen
Ada empat fungsi komunikasi menurut Stephen P. Robbins, yaitu:
1.    Kendali
Komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku anggota organisasi
2.    Motivasi
Komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan, bagaimana mereka bekerja dengan, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu dibawah standar.
3.    Pengungkapan emosional
Bagi banyak karyawan, kelompok kerja mereka merupakan sumber utama untuk interaksi sosial. Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok itu merupakan mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggota menunjukkan kekecewaan dan rasa puas mereka.
4.    Informasi
Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenali dan menilai pilihan-pilihan alternatif.

Proses Komunikasi
Komunikasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepemimpinan, seringkali dikatakan bahwa tidak ada kepemimpinan tanpa komunikasi. Karena untuk menjadi seorang pemimpin selain harus berilmu, berwawasan kedepan, ikhlas, tekun, berani, jujur, sehat jasmani dan rohani, ia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap pemimpin memiliki pengikut guna meralisir gagasannya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang pemimpin, khususnya dalam usaha untuk mempengaruhi prilaku orang lain.
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai kompenen dasar sebagai berikut:
1.    Pengirim pesan
2.    Penerima pesan
3.    Pesan 

Komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1.    Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2.    Komunikasi Kelompok
Dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3.    Komunikasi Massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.


Jadi, komunikasi sangat penting di dalam sebuah manajemen untuk membangung hubungan yang baik. Komunikasi pun harus terjalin antara karyawan dengan atasan, dan karyawan dengan karyawan lainnya untuk dapat mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Manajemen itu sendiri merupakan sekumpulan orang yang melakukan kegiatan planning, organizing, leading dan controlling. Manajemen mempunyai tanggung jawab tertinggi atas berbagai pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang yang di tangani.
Karyawan dan manajemen merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan. Manajemen yang baik adalah manajemen yang dapat berkomunikasi dengan karyawan secara tepat. Banyak study mengenai berbagai pendekatan yang dapat dilakukan manajemen kepada karyawan, baik pendekatan formal maupun informal.
Hubungan yang baik antara karyawan dan manajemen pun juga menghasilkan banyak manfaat. Ide-ide baru dari karyawan mengenai solusi dari masalah yang terjadi di perusahaan akan mudah terselesaikan. Produktivitas pun juga meningkat karena karyawan dengan suka rela memberikan tenaga dan pikiran pada perusahaan.

Sumber :

Minggu, 11 Oktober 2015

#SIP_Informasi dan Sistem Informasi Psikologi



Disini saya akan membahas tentang sistem informasi psikologi (SIP). Mungkin kata sistem, informasi, dan psikologi sudah tidak asing lagi di telinga kita, namun mungkin banyak yang belum mengetahui dengan pasti apa definisi dan fungsinya. Sebelum saya menjelaskan tentang sistem informasi psikologi itu sendiri, saya akan menjelaskan satu persatu pengertian dari sistem, informasi dan psikologi dari beberapa tokoh.
Apa itu informasi?
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang mnggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Chr. Jimmy. L.Gaol (2008), informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan/manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Adapun Hendi Haryadi (2009), mengatakan informasi didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang memiliki arti bagi penerima dan dapat bermanfaat untuk manusia, serta menggambarkan kejadian-kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Fungsi utama informasi adalah untuk menambah pengetahuan, selain itu informasi berfungsi untuk mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian sehingga dapat diambil suatu keputusan yang baik, fungsi lain informasi adalah untuk memberikan standar-standar, dan aturan-aturan keputusan untuk penentu dan penyebaran tanda-tanda kesalahan.
Apa itu sistem?
Menurut Ida Nuraida (2008), sistem adalah kumpulan komponen dimana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh untuk bekerja mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hanif Al Fatta (2007), sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan komponen dan setiap komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi, serta memiliki hubungan satu dengan yang lainnya, sehingga mampu mencapai tujuan tertentu.
Apa itu sistem informasi?
Menurut Irene Joos, dkk (2009), sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki tujuan sendiri untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan sistem input/proses/output.
Menurut Kusrini & Andri kaniyo (2007), sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi berguna dalam pengambilan keputusan.
Menurut Jogiyanto, sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung oprasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengn laporan-laporan yang diperlukan.
Komponen-komponen sistem informasi:
-          Perangkat keras (hardware), mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
-      Perangkat lunak (software) atau program, sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
-    Prosedur, sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
-      Orang, semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesn, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
-      Basis data (database), sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
-        Jaringan komputer dan komunikasi data, sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
Fungsi dari sistem informasi adalah untuk membantu individu atau kelompok melaksanakan aktivitas, untuk perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan, serta pengambilan keputusan.
Kemudian apa itu psikologi?
Menurut Heru Basuki (2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan juga emosional.
Carole Wade & Carol Tavris (2007) mengatakan psikologi adalah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta bagaimana perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Sedangkan menurut Dali Gulo (1982) dalam kamus psikologinya, psikologi yaitu ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
Dari beberapa uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan proses-proses mentalnya.

Berdasarkan beberapa pengertian dari beberapa tokoh diatas mengenai informasi, sistem, sistem informasi, dan psikologi maka dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya yang  memiliki tujuan untuk menghasilkan informasi-informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi setiap penggunanya.

Referensi :
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Depok : Universitas Gunadarma.
Fatta, H.A. (2007). Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. (Google Book)
Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo. (Google Book)
Gulo, D. (1982). Kamus Psychology. Universitas Michigan: Tonis.
Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta: Visi Media.
Joos, I. Dkk. (2009). Belajar Cepat Komputer: Panduan untuk Profesi Kesehatan (ed.3). Jakarta: EGC. (Google Book)
Kusrini & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Penerbit Andi. (Google Book)
Nuraida, I. (2008). Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Kanisius.
Wade, C. & Tavris, C. (2007). Psikologi (ed.9). Jakarta: Erlangga. (Google Book)

#SIP_Etika Menulis Artikel Online



Di zaman sekarang ini banyak artikel-artikel atau berita-berita yang dimuat atau ditampilkan di media online. Media online merupakan sebuah gebrakan baru di era internet. Banyak orang bisa dengan mudah mengakses informasi terbaru yang relatif cepat dibanding surat kabar dalam bentuk cetak yang terbit sehari sekali atau sehari dua kali.
Sejalan dengan bertambahnya karya tulis yang dipublikasi, semakin marak pula berita-berita mengenai terjadinya pelanggaran etika maupun terjadinya plagiarisme. Sebelum artikel atau berita di muat dan ditampilkan di salah satu media, penulis harus mengerti apa saja etika dan kode etika menulis di media online.
Menurut Sumadiria (2004), artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kadang-kadang kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu (informatif), mempengaruhi, meyakinkan (persuasif argumentatif), dan menghibur khalayak pembaca.

Mengapa menulis memerlukan etika?
Tulisan merupakan media untuk mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain. Kesalahpahaman mengakibatkan pesan yang hendak disampaikan melalui tulisan menjadi tidak sampai kepada pembacanya.
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu benar atau salah, baik atau buruk.
Menurut Dahlan (2011), etika merupakan prinsip dan nilai-nilai yang menurut keyakinan seseorang atau masyarakat dapat diterima dan dilaksanakan secara benar dan layak. Dengan demikian, prinsip dan nilai-nilai tersebut berkaitan dengan sikap yang benar dan yang salah yang mereka yakini.
 
Berikut akan saya jabarkan etika dalam menulis artikel online yang baik dan benar:
·         Melahirkan karya orisinal, bukan jiplakan
·   Menjaga kebenaran dan manfaat serta makna informasi yang disebarkan sehingga tidak menyesatkan
·         Menulis secara cermat, teliti, dan tepat
·         Rangkaian kalimat yang baik dan teratur, enak dibaca, mudah dipahami oleh pembaca
·         Bertanggung jawab atas tulisannya
·         Memberi manfaat kepada masyarakat pengguna
·         Tidak melanggar hak orang lain
·         Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi
·         Kata pembuka dan penutup sesuai proporsi.
.
Referensi:
Dahlan, Abdul C. 2011. Hukum, profesi jurnalistik dan etika media massa. Jurnal Hukum. Vol XXV, No. 1.

Isnanto, R. 2009. Buku Ajar Etika Profesi. Fakultas Teknik: Universitas Diponegoro.

Rifai, Mien. A. 2012. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta: Gadjah  Mada University.

Sumadiria, Haris. 2004. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Penulis & Jurnalis Profisional. Bandung: Simbiosa Rektema Media.

Suryono, IAS. 2009. Plagiarisme dalam penulisan artikel ilmiah. Jakarta: PT Bina Pustaka.

Senin, 19 Januari 2015

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM MANAGEMENT



OKTIVIANI
3 PA 08
15512588

Komunikasi
Komunikasi ialah proses menyalurkan informasi, ide, penjeleasan, perasaan, pertanyaan dari orang ke orang lain atau dari kelompok ke kelompok dan merupakan proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan kelompok-kelompok tersebut.

Fungsi dan Tujuan Komunikasi Dalam Manajemen
Ada empat fungsi komunikasi menurut Stephen P. Robbins, yaitu:
1.    Kendali
Komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku anggota organisasi
2.    Motivasi
Komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan, bagaimana mereka bekerja dengan, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu dibawah standar.
3.    Pengungkapan emosional
Bagi banyak karyawan, kelompok kerja mereka merupakan sumber utama untuk interaksi sosial. Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok itu merupakan mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggota menunjukkan kekecewaan dan rasa puas mereka.
4.    Informasi
Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenali dan menilai pilihan-pilihan alternatif.

Proses Komunikasi
Komunikasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepemimpinan, seringkali dikatakan bahwa tidak ada kepemimpinan tanpa komunikasi. Karena untuk menjadi seorang pemimpin selain harus berilmu, berwawasan kedepan, ikhlas, tekun, berani, jujur, sehat jasmani dan rohani, ia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap pemimpin memiliki pengikut guna meralisir gagasannya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang pemimpin, khususnya dalam usaha untuk mempengaruhi prilaku orang lain.
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai kompenen dasar sebagai berikut:
1.    Pengirim pesan
2.    Penerima pesan
3.    Pesan 

Komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1.    Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2.    Komunikasi Kelompok
Dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3.    Komunikasi Massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.


Jadi, komunikasi sangat penting di dalam sebuah manajemen untuk membangung hubungan yang baik. Komunikasi pun harus terjalin antara karyawan dengan atasan, dan karyawan dengan karyawan lainnya untuk dapat mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Manajemen itu sendiri merupakan sekumpulan orang yang melakukan kegiatan planning, organizing, leading dan controlling. Manajemen mempunyai tanggung jawab tertinggi atas berbagai pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang yang di tangani.
Karyawan dan manajemen merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan. Manajemen yang baik adalah manajemen yang dapat berkomunikasi dengan karyawan secara tepat. Banyak study mengenai berbagai pendekatan yang dapat dilakukan manajemen kepada karyawan, baik pendekatan formal maupun informal.
Hubungan yang baik antara karyawan dan manajemen pun juga menghasilkan banyak manfaat. Ide-ide baru dari karyawan mengenai solusi dari masalah yang terjadi di perusahaan akan mudah terselesaikan. Produktivitas pun juga meningkat karena karyawan dengan suka rela memberikan tenaga dan pikiran pada perusahaan.

Sumber :

 

Oktiviani Copyright © 2011 Girl Music is Designed by Ipietoon Sponsored by web hosting