Senin, 29 September 2014

PSIKOLOGI MANAJEMEN

Diposting oleh Unknown di 03.31 0 komentar
Nama    : Oktiviani
Kelas     : 3PA08
NPM     : 15512588

PT. POS INDONESIA

Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos. Saat ini, bentuk badan usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering disebut dengan PT. Pos Indonesia.
Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1995. Peraturan Pemerintah tersebut berisi tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan umum (perum) menjadi sebuah perusahaan (persero). Pos Indonesia memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 117 pada tanggal 20 Juni 1995 yang juga telah mengalami perubahan sebagaimana yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 89 pada tanggal 21 September 1998 dan Nomor 111 pada tanggal 28 Oktober 1998.
Jenis                : Badan Usaha Milik Negara (menjadi perusahaan umun pada tahun 2013)
Pendahulu       : PN. Pos dan Telekomunikasi (1961-1965), PN. Pos dan Giro (1965-1978),
  Perum Pos dan Giro (1978-1995)
Didirikan         : 6 Juni 1995
Kantor Pusat   : Bandung, Indonesia
CEO               : Budi Setiawan
Jasa                : Surat dan Logistik

Visi dan misi Perusahaan merupakan sumber dari segala sistem yang menjadi acuan  dari semua nilai, prinsip, etika dan kebijakan manajemen dalam menjalankan bisnisnya. Berdasarkan  Keyakinan Dasar dan Nilai Dasar yang dianut oleh Perusahaan yang dijabarkan dalam bentuk Etika Bisnis yang mengatur bagaimana hubungan antara Perusahaan dengan pihak-pihak yang terkait. Keseluruhan  nilai tersebut lambat laun akan membentuk suatu budaya yang menjadi karakter bagi Perusahaan.

Ø  VISI PT. POS INDONESIA
Senantiasa berupaya untuk menjadi penyedia sarana komunikasi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan yang dikelola oleh SDM yang profesional sehingga mampu memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat serta tumbuh dan berkembang sesuai konsep bisnis yang sehat.
Ø  MISI PT. POS INDONESIA
Penyedia sarana komunikasi yang andal dan terpercaya bagi masyarakat dan pemerintah yang berguna untuk menunjang pembangunan Nasional serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
Mengembangkan usaha bertumpu pada peningkatan mutu pelayanan melalui penarapan IPTEK tepat guna untuk mencapai kepuasan pelanggan serta memberi nilai tambah yang optimal untuk karyawan, pemegang saham, masyarakat, dan mitra kerja.
Management pada PT. Pos Indonesia adalah Management Unit Bisnis Total Logistik Strategic diarahkan pada sebuah institusi yang dedicated dan fokus dengan orientasi utama pada Total Solution kepada customer. Organisasi akan dikelola sebagai strategic business unit ( SBU) PT Pos Indonesia yang mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan bisnis secara professional.
Management wajib menetapkan suatu sistem pengendalian yang efektif untuk mengamankan asset dan investasi perusahaan. Dalam hal ini faktor penaksiran risiko yang meliputi proses identifikasi, pengukuran dan penyusunan prioritas risiko sangat menentukan dalam rancangan pengendalian yang diperlukan sehingga sesuai dengan respon yang diharapkan.
Keyakinan Dasar perusahaan adalah mempunyai karyawan yang bertalenta, keunggulan layanan, nilai-nilai bagi customer dan pertumbuhan kinerja keuangan yang tinggi dan berkelanjutan. Nilai Dasar perusahaan adalah regangkan tujuan, integritas, berfikit kesisteman,berani dan bertanggungjawab dan penghargaan berbasis kinerja.
Etika Bisnis menjelaskan bagaimana Perusahaan dan jajarannya bersikap, bertindak dan   beretika  dalam berhubungan dengan pihak-pihak yang terkait dengan Perusahaan, baik itu pihak dari luar Perusahaan maupun dari dalam Perusahaan. Secara konsisten menjalankan kewajiban dengan mematuhi dan mentaati undang-undang serta peraturan yang berlaku, selalu meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan antara karyawan, pensiunan beserta seluruh keluarganya, menghindari situasi yang dapat menimbulkan konflik kepentingan pribadi, tidak diperkenankan memberi atau menerima segala bentuk imbalan, baik langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan, mendorong semangat efisiensi berdasarkan pertimbangan kondisi keuangan perusahaan.

PEMIMPIN PT. POS INDONESIA

PT. Pos Indonesia saat ini telah memiliki sosok pemimpin baru, yaitu Budi Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan Pos Indonesia yang saat ini telah terpilih menjadi Direktur Utama Pos Indonesia menggantikan I Ketut Mardjana. Pergantian tersebut dikarenakan bukan karena kinerja dari pimpinan yang sebelumnya terbilang buruk, akan tetapi disebabkan waktu masa jabatannya yang sudah habis.
Direktur Utama Pos Indonesia Budi Setiawan mengatakan, dengan menopang jabatan yang baru ini dirinya berharap Pos Indonesia dalam lima tahun ke depan akan menjadi digital office, sangat kental dengan teknologi, yang ingin mengakses Pos bisa dimana saja, bisa kapan saja untuk di layani.

CARA KEPEMIMPINANNYA

Selama Budi menjabat sebagai pemimpin di Pos Indonesia ia berharap selalu mampu mempersembahkan kinerja terbaik untuk Indonesia, bertekad terus bangkit dan setia, memberikan kemudahan dalam setiap pelayanan. Beliau mengatakan bahwa perlu mendengarkan pendapat orang lain, untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat. Karena yang terpenting buat beliau adalah kemajuan untuk perusahaan.
“Saya Ingin Ada Kantor Pos di Dalam Handphone” Kutipan tersebut mungkin bisa sedikit menggambarkan sosok Budi Setiwan, itu merupakan ungkapan langsung Budi Setiawan saat memaparkan  peran teknologi untuk Pos Indonesia. Teknologi menjadi bahasan yang tidak asing lagi bagi Budi Setiawan. Karena, semenjak masih menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan, Budi Setiawan terlibat aktif dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam rangka memodernisasi produk dan layanan Pos Indonesia.
Menurut Budi Teknologi saat ini di Pos Indonesia sudah menjadi business driven. Teknologi sudah menjadi backbone layanan Pos Indonesia. Pos tanpa teknologi pasti akan kelimpungan. Apalagi perkembangan teknologi ini telah mengubah lanskap industri dan memengaruhi perubahan perilaku customer Pos Indonesia. Ini yang harus disadari juga.
Budi menambahkan Pos Indonesia akan terus mengikuti perkembangan teknologi ke depan. Apalagi teknologi ini berperan mengubah perilaku customer. “Salah satunya, kami akan hadir dalam teknologi mobile. Di sini, layanan Pos bisa didapatkan kapan saja dan di mana saja dengan perangkat mobile. Saya ingin ada kantor pos di dalam handphone. Dengan teknologi ini pun, kami bisa memperluas pasar yang ada.
Saya akan membawa Pos Indonesia lebih berkembang dalam waktu lima tahun ke depan, khususnya memperbaiki basis teknologi  di perseroan supaya lebih canggih demi peningkatan layanan kepada pelanggan," harap Budi.

ANALISIS

PT. Pos Indoensia bisa dibilang sebagai Raja Jaringan di Indonesia. Berbagai bisnis pun bisa dilakukan oleh Pos Indonesia, seperti melakukan pembayaran berbagai rekening: listrik, telepon, air, kartu kredit, bahkan remitansi. Properti milik Pos Indonesia juga kini didayagunakan sehingga bisa menjadi tambahan pendapatan baru.
Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin dapat mempengaruhi motivasi kerja di dalam diri setiap bawahan, suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil tergantung pada bagaimana kinerja karyawannya, dan bagaimana hubungan perusahaan tersebut dengan perusahaan lainnya ketika menjalani kerjasama, dan tidak luput dari cara seorang pemimpin memanajemen sumber daya manusianya. Dari sosok seorang Budi Setiawan amat terlihat bahwa dia adalah sosok pemimpin yang mau berusaha untuk menciptakan hal-hal baru sehingga dapat membangun perusahaan semakin lebih maju.

SWOT PADA PT. POS INDONESIA
·         Strenght ( kekuatan )
PT. Pos Indonesia berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap permasalahan fungsi logistik pelanggan, dengan kerangka kerja yang bersinergi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Kepercayaan dan kejujuran, saling menghargai, professional adalah budaya yang diterapkan oleh PT. Pos Indonesia.
Strategi PT. Pos Indonesia terfokus pada penciptaan nilai tambah bagi pelanggan melalui penurunan harga, peningkatan layanan, implementasi yang lebih cepat dan fleksibel.
·         Weakness ( kelemahan )
Kurangnya iklan publikasi untuk informasi produk, karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum paham dengan cara kerja atau pun mekanisme dari produk – produk yang ada dalam PT POS INDONESIA sehingga konsumen enggan dalam menggunakan produk yang telah ada.
Kebanyakan produk – produk inovasi baru PT POS INDONESIA masih digunakan oleh masyarakat menengah ke atas contohnya seperti mail online, terbatasnya jaringan online di masyarakat itulah yang jadi hambatan karena tidak semua orang memiliki jaringan internet.
Masyarakat Indonesia masih belum percaya dengan keamanan informasi di Indonesia karena banyaknya problem dan tragedy yang terjadi belakangan ini di dalam negeri. Oleh sebab itu  meyakinkan dan memberikan keamanan informasi produk – produk PT POS INDONESIA adalah tugas utama agar masyarakat kembali percaya dan tidak takut tentang hal hack system yang sedang marak belakangan ini.
·         Opportunity ( peluang )
Jasa antaran lebih cepat dan terpercaya di dalam negeri atau secara terbatas ke luar negeri melalui kerja sama dengan pemainpemain besar, seperti yang dilakukan U.S. Postal Service dengan DHL dan FedEx.
·         Threat ( ancaman )
Teknologi informasi memang bisa menjadi enabler bagi kemajuan perusahaan. Namun, di sisi lain, juga kerap membawa instabilitas terhadap bisnis satu perusahaan. Maraknya penggunaan Internet dan mobile phone yang mendorong komunikasi lisan melalui telepon atau tertulis (e-mail dan SMS) yang berdampak pada bisnis jasa pengiriman pos.

Jadi menurut saya hingga saat ini PT. Pos Indonesia masih merupakan sebuah perusahaan pos terbaik di Indonesia dengan pemanfaatan teknologi yang semakin canggih. Dan memiliki pemimpin yang mampu membawa nama baik perusahaan serta menjadi panutan bagi karyawannya.

Sumber :

Senin, 19 Mei 2014

PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN PERSONAL

Diposting oleh Unknown di 00.21 0 komentar


KONSEP PENYESUAIAN DIRI YANG SEHAT

Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri. Kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan di mana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik adalah orang yang memiliki respons-respons yang matang, efisien, memuaskan dan sehat. Sebaliknya, orang yang neurotic adalah orang yang sangat tidak efisien dan tidak pernah menangani tugas-tugas secara lengkap.
Sejak lahir  seorang individu merupakan organisme yang aktif. Ia aktif dengan tujuan dan aktivitas yang berkesinambungan. Ia berusaha untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya dan juga semua dorongan yang memberi peluang kepadanya untuk berfungsi sebagai anggota kelompoknya. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Dan salah satu ciri pokok dari kepribadian yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Menurut Sunarto & Hartono (2006) individu yang mampu melakukan penyesuaian diri secara sehat ditandai dengan hal-hal seperti berikut:
1.      Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional
2.      Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis
3.      Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi
4.      Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri
5.      Mampu dalam belajar
6.      Menghargai pengalaman
7.      Bersikap realistik dan objektif.

PERTUMBUHAN PERSONAL

Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia disebut sebagai individu apabila tingkah lakunya spesifik atau menggambarkan dirinya sendiri dan bukan bertingkah laku secara umum atau seperti orang lain. Jadi individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas dalam lingkup sosial tetapi mempunyai kekhasan tersendiri yang spesifik terhadap dirinya didalam lingkup sosial tersebut. Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal tersebut membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadiannya tersebut dan keluarga adalah faktor utama yang akan sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian.
Pertumbuhan diri itu adalah sebuah proses transformasi hidup. Perubahan atau transformasi ini terjadi melalui pembaharuan akal budi dan pikiran manusia. Tujuannya agar manusia memiliki kapabilitas untuk membedakan hal yang benar dan tidak benar, baik dan tidak baik. Transformasi akal budi dan pikiran tersebut dimaksud untuk mendorong perubahan kualitas hidup manusia.

KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN PERTUMBUHAN PERSONAL MELIPUTI PENEKANAN PERTUMBUHAN DIRI

Perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogeniesis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, akulturasi, dan integrasi meningkat secara bertahap.

Sumber :
John W. Santrock. 2003. Adolescence, Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga

Kamis, 24 April 2014

ARTI PENTING STRES

Diposting oleh Unknown di 21.55 0 komentar



Arti Penting Stres

Dalam kamus lengkap psikologi J.P. Chaplin mendefinisikan stres sebagai satu keadaan tetekan, baik secara fisik maupun psikologis. Hal senada diungkapkan dalam Atkinson (1983), stres terjadi ketika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik maupun psikologisnya. Keadaan sosial, lingkungan, dan fisikal yang menyebabkan stres dinamakan stresor. Sementara  reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stres, atau secara singkat disebut stres.
            Menurut Lazarus (1999), stres adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi yang maelampauikemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai.
Semua manusia pasti pernah mengalami stres. Tetapi sebenarnya stres tidak selalu buruk. Stres dalam tingkat yang sedang itu perlu untuk menghasilkan kewaspadaan dan minat pada tugas yang ada, dan membantu orang melakukan penyesuaian. Stres yang buruk adalah stres yang terlalu kuat dan bertahan lama. Stres ini bisa mengganggu jasmani maupun rohani.
Stres yang timbul pada setiap orang pun bisa berbeda-beda, walaupun peristiwa yang dialami itu sama. Peristiwa tertentu yang membuat seseorang mengalami stres berat, bisa saja hanya menimbulkan stres ringan pada orang lain. Bahkan dampak rasa stres itu sendiri bisa berbeda pada setiap orang.


Coping Stres

Strategi coping merupakan suatu upaya indivdu untuk menanggulangi situasi stres yang menekan akibat masalah yang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kogntif maupun prilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri.
Menurut Lazarus dan Folkman, coping yang efektif untuk dilaksanakan  adalah coping yang membantu seseorang untuk mentoleransi dan menerima situasi menekan dan tidak merisaukan tekanan yang tidak dapat dikuasainya.
Strategi coping terbagi menjadi dua yaitu :
-          Terfokus pada masalah (problem-focus training) melibatkan penggunaan strategi instrumental, atau berorientasi pada tindakan untuk meghilangkan, mengatur, atau meningkatkan kondisi penyebab stres. Tipe coping ini biasanya muncul ketika seseorang melihat kesempatan yang realistis untuk mengubah suatu situasi. Respons dari coping yang terfokus pada masalah terhadap serangkaian teguran keras dari atasan misalnya, dapat berbentuk bekerja lebih keras, berusaha meningkatkan keahlian, atau mencari pekerjaan baru.
-          Terfokus pada emosi (emotion-focused coping) ditujukan agar “merasa lebih baik” dengan mengatur respons emosi pada situasi yang menimbulkan stres untuk meredakan akibat fisik dan psikologis. Tipe coping ini terjadi jika seseorang menyimpulkan bahwa tidak ada hal yang bisa dilakukan mengenai situasi itu sendiri. Salah satu strategi coping terfokus pada emosi adalah mengalihkan perhatian dari masalah; menyerah; dan menyangkal bahwa ada masalah. Respons dari coping yang terfokus pada emosi dapat terhadap serangkaian teguran keras dari atasan misalnya, berbentuk penolakan untuk memikirkan teguran atau meyakinkan diri bahwa sebenarnya atasannya tidak bermaksud untuk terlalu kritis.

Menurut Lazzarus ada dua jenis coping yaitu tindakan langsung (agresi, penghindaran, apati) dan peredaan atau peringanan (defense mechanism). Pada coping jenis tindakan langsung biasanya individu akan  melakukan tindakan nyata dalam rangka mengatasi luka, ancaman atau perubahan posisi terhadap masalah yang dialami, sedangkan pada coping jenis peredaan, individu akan cenderung merubah persepsi atau reaksi emosinya dalam upaya mengurangi atau menghilangkan tekanan fisik atau motorik.


Teori Kepribadian Sehat
a.       Gordon Allport
Gordon Allport (1937) telah membuat hipotesis mendalam mengenai atribut dari kepribadian yang sehat. Beberapa asumsi umum dibutuhkan untuk mengerti konsep Allport mengenai kepribadian yang sehat. Pertama, manusia yang sehat secara psikologis memiliki karakteristik berupa perilaku proaktif, yaitu mereka mampu bertindak secara sadar dalam lingkungannya melalui pendekatan-pendekatan yang baru dan inovatif, serta membuat lingkungan mereka memberikan respons terhadap mereka.
Selain itu, kepribadian yang sehat lebih dapat termotivasi oleh proses sadar daripada kepribadian yang terganggu, yang membuat mereka menjadi lebih fleksibel dan mandiri dibanding pribadi yang tidak sehat, yang akan tetap terdominasi oleh motif-motif tidak sadar yang berasal dari pengalaman masa kecil mereka.
Allport mengidentifikasikan enam kriteria kepribadian yang sehat, yaitu:
1.      Perluasan perasaan diri, pribadi yang sehat terus mencari untuk dapat mengidentifikasi diri dan berpartisipasi dalam kejadian yang terjadi di luar diri mereka. Mereka tidak terpusat pada diri sendiri serta mampu terlibat dalam masalah dan aktivitas yang tidak terpusat pada diri mereka.
2.      Kepribadian yang sehat memiliki karakter berupa hubungan yang hangat dengan orang lain, mereka mempunyai kapasitas untuk mencintai orang lain dalam cara-cara yang intim dan simpatik dengan orang lain.
3.      Keamanan emosional atau penerimaan diri, pribadi yang sehat menerima diri mereka apa adanya, dan memiliki keseimbangan emosional. Manusia yang sehat secara psikologis tidak akan menjadi terlalu sedih apabila terdapat hal-hal yang berjalan di luar rencana atau saat mereka mengalami hari yang buruk.
4.      Memiliki persepsi yang realsitis mengenai lingkungan di sekitarnya.
5.      Insight dan humor, pribadi yang sehat mengenal dirinya sendiri sehingga tidak mempunyai kebutuhan untuk mengatribusikan kesalahan dan kelemahannya kepada orang lain.
6.      Filosofi kehidupan yang integral, manusia yang sehat mempunyai pandangan yang jelas mengenai tujuan hidup mereka.

b.      Carl Rogers
Menurut Rogers ada lima sifat manusia yang dapat berfungsi sepenuhnya yaitu keterbukaan pada pengalaman, kehidupan eksistensial, kepercayaan terhadap organisme sendiri, perasaan yang bebas, dan kreativitas.

Sumber :
Basuki Heru, A.M. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Gunadarma.
Feist, J.Feist, G.J. 2008. Teori Kepribadian buku 2. Jakarta : Salemba Humanika.

Kamis, 20 Maret 2014

Pengantar Kesehatan Mental

Diposting oleh Unknown di 04.15 0 komentar


Konsep Sehat                           
Sehat ialah suatu keadaan yang meliputi kesehatan jasmani, rohani dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Sehat juga merupakan kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya, sehat juga berhubungan dengan hukum alam yang mengatur tubuh, jiwa, dan lingkungan berupa udara segar, sinar matahari, diet seimbang, bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Dahulu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah setan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha melalukan perbaikan dalam mengatasi orang-orang yg mengalami gangguan mental.
Kesehatan mental merupakan ungkapan dari W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui "pribadi" pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan.
Kesehatan mental mulai berkembang sejak perang dunia ke II .Sejak awal perang dunia ke II kesehatan mental bukan lagi suatu istilah yang asing bagi orang-orang .Dalam bidang kesehatan mental kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban.
Namun seiring jaman yang semakin maju dan perkembangan ilmu pengetahuan Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris, mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terkena gangguan mental.

Teori Kepribadian Sehat
-          Aliran Psikoanalisa
Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmun Freud dan para pengikutnya. Pada dasarnya manusia di tentukan oleh energy psikis dan pengalaman-pengalaman diri. Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisa yaitu : jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah, kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan dengan belajar, mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego, Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya, dapat menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan.

-          Aliran Behavioristik
Manusia tidak di anggap memiliki sikap diri sendiri. Kepribadian sehat aliran behaviorisme yaitu : mementingkan faktor lingkungan, sifatnya mekanis, mementingkan masa lalu, menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.

-          Aliran Humanistik
Dalam aliran humanistik bersifat optimis, menjadi lebih baik dan berharap pada individu. Setiap manusia mampu untuk menjadi yang lebih baik. Setiap individu dapat mengatasi masalah atau kejadian buruk dalam masa lalunya.

Sumber :


Senin, 29 September 2014

PSIKOLOGI MANAJEMEN

Nama    : Oktiviani
Kelas     : 3PA08
NPM     : 15512588

PT. POS INDONESIA

Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos. Saat ini, bentuk badan usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering disebut dengan PT. Pos Indonesia.
Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1995. Peraturan Pemerintah tersebut berisi tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan umum (perum) menjadi sebuah perusahaan (persero). Pos Indonesia memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 117 pada tanggal 20 Juni 1995 yang juga telah mengalami perubahan sebagaimana yang dicatatkan di Akta Notaris Sutjipto, S. H. Nomor 89 pada tanggal 21 September 1998 dan Nomor 111 pada tanggal 28 Oktober 1998.
Jenis                : Badan Usaha Milik Negara (menjadi perusahaan umun pada tahun 2013)
Pendahulu       : PN. Pos dan Telekomunikasi (1961-1965), PN. Pos dan Giro (1965-1978),
  Perum Pos dan Giro (1978-1995)
Didirikan         : 6 Juni 1995
Kantor Pusat   : Bandung, Indonesia
CEO               : Budi Setiawan
Jasa                : Surat dan Logistik

Visi dan misi Perusahaan merupakan sumber dari segala sistem yang menjadi acuan  dari semua nilai, prinsip, etika dan kebijakan manajemen dalam menjalankan bisnisnya. Berdasarkan  Keyakinan Dasar dan Nilai Dasar yang dianut oleh Perusahaan yang dijabarkan dalam bentuk Etika Bisnis yang mengatur bagaimana hubungan antara Perusahaan dengan pihak-pihak yang terkait. Keseluruhan  nilai tersebut lambat laun akan membentuk suatu budaya yang menjadi karakter bagi Perusahaan.

Ø  VISI PT. POS INDONESIA
Senantiasa berupaya untuk menjadi penyedia sarana komunikasi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan yang dikelola oleh SDM yang profesional sehingga mampu memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat serta tumbuh dan berkembang sesuai konsep bisnis yang sehat.
Ø  MISI PT. POS INDONESIA
Penyedia sarana komunikasi yang andal dan terpercaya bagi masyarakat dan pemerintah yang berguna untuk menunjang pembangunan Nasional serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
Mengembangkan usaha bertumpu pada peningkatan mutu pelayanan melalui penarapan IPTEK tepat guna untuk mencapai kepuasan pelanggan serta memberi nilai tambah yang optimal untuk karyawan, pemegang saham, masyarakat, dan mitra kerja.
Management pada PT. Pos Indonesia adalah Management Unit Bisnis Total Logistik Strategic diarahkan pada sebuah institusi yang dedicated dan fokus dengan orientasi utama pada Total Solution kepada customer. Organisasi akan dikelola sebagai strategic business unit ( SBU) PT Pos Indonesia yang mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan bisnis secara professional.
Management wajib menetapkan suatu sistem pengendalian yang efektif untuk mengamankan asset dan investasi perusahaan. Dalam hal ini faktor penaksiran risiko yang meliputi proses identifikasi, pengukuran dan penyusunan prioritas risiko sangat menentukan dalam rancangan pengendalian yang diperlukan sehingga sesuai dengan respon yang diharapkan.
Keyakinan Dasar perusahaan adalah mempunyai karyawan yang bertalenta, keunggulan layanan, nilai-nilai bagi customer dan pertumbuhan kinerja keuangan yang tinggi dan berkelanjutan. Nilai Dasar perusahaan adalah regangkan tujuan, integritas, berfikit kesisteman,berani dan bertanggungjawab dan penghargaan berbasis kinerja.
Etika Bisnis menjelaskan bagaimana Perusahaan dan jajarannya bersikap, bertindak dan   beretika  dalam berhubungan dengan pihak-pihak yang terkait dengan Perusahaan, baik itu pihak dari luar Perusahaan maupun dari dalam Perusahaan. Secara konsisten menjalankan kewajiban dengan mematuhi dan mentaati undang-undang serta peraturan yang berlaku, selalu meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan antara karyawan, pensiunan beserta seluruh keluarganya, menghindari situasi yang dapat menimbulkan konflik kepentingan pribadi, tidak diperkenankan memberi atau menerima segala bentuk imbalan, baik langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan, mendorong semangat efisiensi berdasarkan pertimbangan kondisi keuangan perusahaan.

PEMIMPIN PT. POS INDONESIA

PT. Pos Indonesia saat ini telah memiliki sosok pemimpin baru, yaitu Budi Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan Pos Indonesia yang saat ini telah terpilih menjadi Direktur Utama Pos Indonesia menggantikan I Ketut Mardjana. Pergantian tersebut dikarenakan bukan karena kinerja dari pimpinan yang sebelumnya terbilang buruk, akan tetapi disebabkan waktu masa jabatannya yang sudah habis.
Direktur Utama Pos Indonesia Budi Setiawan mengatakan, dengan menopang jabatan yang baru ini dirinya berharap Pos Indonesia dalam lima tahun ke depan akan menjadi digital office, sangat kental dengan teknologi, yang ingin mengakses Pos bisa dimana saja, bisa kapan saja untuk di layani.

CARA KEPEMIMPINANNYA

Selama Budi menjabat sebagai pemimpin di Pos Indonesia ia berharap selalu mampu mempersembahkan kinerja terbaik untuk Indonesia, bertekad terus bangkit dan setia, memberikan kemudahan dalam setiap pelayanan. Beliau mengatakan bahwa perlu mendengarkan pendapat orang lain, untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat. Karena yang terpenting buat beliau adalah kemajuan untuk perusahaan.
“Saya Ingin Ada Kantor Pos di Dalam Handphone” Kutipan tersebut mungkin bisa sedikit menggambarkan sosok Budi Setiwan, itu merupakan ungkapan langsung Budi Setiawan saat memaparkan  peran teknologi untuk Pos Indonesia. Teknologi menjadi bahasan yang tidak asing lagi bagi Budi Setiawan. Karena, semenjak masih menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan, Budi Setiawan terlibat aktif dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam rangka memodernisasi produk dan layanan Pos Indonesia.
Menurut Budi Teknologi saat ini di Pos Indonesia sudah menjadi business driven. Teknologi sudah menjadi backbone layanan Pos Indonesia. Pos tanpa teknologi pasti akan kelimpungan. Apalagi perkembangan teknologi ini telah mengubah lanskap industri dan memengaruhi perubahan perilaku customer Pos Indonesia. Ini yang harus disadari juga.
Budi menambahkan Pos Indonesia akan terus mengikuti perkembangan teknologi ke depan. Apalagi teknologi ini berperan mengubah perilaku customer. “Salah satunya, kami akan hadir dalam teknologi mobile. Di sini, layanan Pos bisa didapatkan kapan saja dan di mana saja dengan perangkat mobile. Saya ingin ada kantor pos di dalam handphone. Dengan teknologi ini pun, kami bisa memperluas pasar yang ada.
Saya akan membawa Pos Indonesia lebih berkembang dalam waktu lima tahun ke depan, khususnya memperbaiki basis teknologi  di perseroan supaya lebih canggih demi peningkatan layanan kepada pelanggan," harap Budi.

ANALISIS

PT. Pos Indoensia bisa dibilang sebagai Raja Jaringan di Indonesia. Berbagai bisnis pun bisa dilakukan oleh Pos Indonesia, seperti melakukan pembayaran berbagai rekening: listrik, telepon, air, kartu kredit, bahkan remitansi. Properti milik Pos Indonesia juga kini didayagunakan sehingga bisa menjadi tambahan pendapatan baru.
Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin dapat mempengaruhi motivasi kerja di dalam diri setiap bawahan, suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil tergantung pada bagaimana kinerja karyawannya, dan bagaimana hubungan perusahaan tersebut dengan perusahaan lainnya ketika menjalani kerjasama, dan tidak luput dari cara seorang pemimpin memanajemen sumber daya manusianya. Dari sosok seorang Budi Setiawan amat terlihat bahwa dia adalah sosok pemimpin yang mau berusaha untuk menciptakan hal-hal baru sehingga dapat membangun perusahaan semakin lebih maju.

SWOT PADA PT. POS INDONESIA
·         Strenght ( kekuatan )
PT. Pos Indonesia berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap permasalahan fungsi logistik pelanggan, dengan kerangka kerja yang bersinergi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Kepercayaan dan kejujuran, saling menghargai, professional adalah budaya yang diterapkan oleh PT. Pos Indonesia.
Strategi PT. Pos Indonesia terfokus pada penciptaan nilai tambah bagi pelanggan melalui penurunan harga, peningkatan layanan, implementasi yang lebih cepat dan fleksibel.
·         Weakness ( kelemahan )
Kurangnya iklan publikasi untuk informasi produk, karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum paham dengan cara kerja atau pun mekanisme dari produk – produk yang ada dalam PT POS INDONESIA sehingga konsumen enggan dalam menggunakan produk yang telah ada.
Kebanyakan produk – produk inovasi baru PT POS INDONESIA masih digunakan oleh masyarakat menengah ke atas contohnya seperti mail online, terbatasnya jaringan online di masyarakat itulah yang jadi hambatan karena tidak semua orang memiliki jaringan internet.
Masyarakat Indonesia masih belum percaya dengan keamanan informasi di Indonesia karena banyaknya problem dan tragedy yang terjadi belakangan ini di dalam negeri. Oleh sebab itu  meyakinkan dan memberikan keamanan informasi produk – produk PT POS INDONESIA adalah tugas utama agar masyarakat kembali percaya dan tidak takut tentang hal hack system yang sedang marak belakangan ini.
·         Opportunity ( peluang )
Jasa antaran lebih cepat dan terpercaya di dalam negeri atau secara terbatas ke luar negeri melalui kerja sama dengan pemainpemain besar, seperti yang dilakukan U.S. Postal Service dengan DHL dan FedEx.
·         Threat ( ancaman )
Teknologi informasi memang bisa menjadi enabler bagi kemajuan perusahaan. Namun, di sisi lain, juga kerap membawa instabilitas terhadap bisnis satu perusahaan. Maraknya penggunaan Internet dan mobile phone yang mendorong komunikasi lisan melalui telepon atau tertulis (e-mail dan SMS) yang berdampak pada bisnis jasa pengiriman pos.

Jadi menurut saya hingga saat ini PT. Pos Indonesia masih merupakan sebuah perusahaan pos terbaik di Indonesia dengan pemanfaatan teknologi yang semakin canggih. Dan memiliki pemimpin yang mampu membawa nama baik perusahaan serta menjadi panutan bagi karyawannya.

Sumber :

Senin, 19 Mei 2014

PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN PERSONAL



KONSEP PENYESUAIAN DIRI YANG SEHAT

Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri. Kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan di mana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik adalah orang yang memiliki respons-respons yang matang, efisien, memuaskan dan sehat. Sebaliknya, orang yang neurotic adalah orang yang sangat tidak efisien dan tidak pernah menangani tugas-tugas secara lengkap.
Sejak lahir  seorang individu merupakan organisme yang aktif. Ia aktif dengan tujuan dan aktivitas yang berkesinambungan. Ia berusaha untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya dan juga semua dorongan yang memberi peluang kepadanya untuk berfungsi sebagai anggota kelompoknya. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Dan salah satu ciri pokok dari kepribadian yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Menurut Sunarto & Hartono (2006) individu yang mampu melakukan penyesuaian diri secara sehat ditandai dengan hal-hal seperti berikut:
1.      Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional
2.      Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis
3.      Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi
4.      Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri
5.      Mampu dalam belajar
6.      Menghargai pengalaman
7.      Bersikap realistik dan objektif.

PERTUMBUHAN PERSONAL

Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia disebut sebagai individu apabila tingkah lakunya spesifik atau menggambarkan dirinya sendiri dan bukan bertingkah laku secara umum atau seperti orang lain. Jadi individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas dalam lingkup sosial tetapi mempunyai kekhasan tersendiri yang spesifik terhadap dirinya didalam lingkup sosial tersebut. Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal tersebut membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadiannya tersebut dan keluarga adalah faktor utama yang akan sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian.
Pertumbuhan diri itu adalah sebuah proses transformasi hidup. Perubahan atau transformasi ini terjadi melalui pembaharuan akal budi dan pikiran manusia. Tujuannya agar manusia memiliki kapabilitas untuk membedakan hal yang benar dan tidak benar, baik dan tidak baik. Transformasi akal budi dan pikiran tersebut dimaksud untuk mendorong perubahan kualitas hidup manusia.

KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN PERTUMBUHAN PERSONAL MELIPUTI PENEKANAN PERTUMBUHAN DIRI

Perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogeniesis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, akulturasi, dan integrasi meningkat secara bertahap.

Sumber :
John W. Santrock. 2003. Adolescence, Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga

Kamis, 24 April 2014

ARTI PENTING STRES




Arti Penting Stres

Dalam kamus lengkap psikologi J.P. Chaplin mendefinisikan stres sebagai satu keadaan tetekan, baik secara fisik maupun psikologis. Hal senada diungkapkan dalam Atkinson (1983), stres terjadi ketika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik maupun psikologisnya. Keadaan sosial, lingkungan, dan fisikal yang menyebabkan stres dinamakan stresor. Sementara  reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stres, atau secara singkat disebut stres.
            Menurut Lazarus (1999), stres adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi yang maelampauikemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai.
Semua manusia pasti pernah mengalami stres. Tetapi sebenarnya stres tidak selalu buruk. Stres dalam tingkat yang sedang itu perlu untuk menghasilkan kewaspadaan dan minat pada tugas yang ada, dan membantu orang melakukan penyesuaian. Stres yang buruk adalah stres yang terlalu kuat dan bertahan lama. Stres ini bisa mengganggu jasmani maupun rohani.
Stres yang timbul pada setiap orang pun bisa berbeda-beda, walaupun peristiwa yang dialami itu sama. Peristiwa tertentu yang membuat seseorang mengalami stres berat, bisa saja hanya menimbulkan stres ringan pada orang lain. Bahkan dampak rasa stres itu sendiri bisa berbeda pada setiap orang.


Coping Stres

Strategi coping merupakan suatu upaya indivdu untuk menanggulangi situasi stres yang menekan akibat masalah yang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kogntif maupun prilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri.
Menurut Lazarus dan Folkman, coping yang efektif untuk dilaksanakan  adalah coping yang membantu seseorang untuk mentoleransi dan menerima situasi menekan dan tidak merisaukan tekanan yang tidak dapat dikuasainya.
Strategi coping terbagi menjadi dua yaitu :
-          Terfokus pada masalah (problem-focus training) melibatkan penggunaan strategi instrumental, atau berorientasi pada tindakan untuk meghilangkan, mengatur, atau meningkatkan kondisi penyebab stres. Tipe coping ini biasanya muncul ketika seseorang melihat kesempatan yang realistis untuk mengubah suatu situasi. Respons dari coping yang terfokus pada masalah terhadap serangkaian teguran keras dari atasan misalnya, dapat berbentuk bekerja lebih keras, berusaha meningkatkan keahlian, atau mencari pekerjaan baru.
-          Terfokus pada emosi (emotion-focused coping) ditujukan agar “merasa lebih baik” dengan mengatur respons emosi pada situasi yang menimbulkan stres untuk meredakan akibat fisik dan psikologis. Tipe coping ini terjadi jika seseorang menyimpulkan bahwa tidak ada hal yang bisa dilakukan mengenai situasi itu sendiri. Salah satu strategi coping terfokus pada emosi adalah mengalihkan perhatian dari masalah; menyerah; dan menyangkal bahwa ada masalah. Respons dari coping yang terfokus pada emosi dapat terhadap serangkaian teguran keras dari atasan misalnya, berbentuk penolakan untuk memikirkan teguran atau meyakinkan diri bahwa sebenarnya atasannya tidak bermaksud untuk terlalu kritis.

Menurut Lazzarus ada dua jenis coping yaitu tindakan langsung (agresi, penghindaran, apati) dan peredaan atau peringanan (defense mechanism). Pada coping jenis tindakan langsung biasanya individu akan  melakukan tindakan nyata dalam rangka mengatasi luka, ancaman atau perubahan posisi terhadap masalah yang dialami, sedangkan pada coping jenis peredaan, individu akan cenderung merubah persepsi atau reaksi emosinya dalam upaya mengurangi atau menghilangkan tekanan fisik atau motorik.


Teori Kepribadian Sehat
a.       Gordon Allport
Gordon Allport (1937) telah membuat hipotesis mendalam mengenai atribut dari kepribadian yang sehat. Beberapa asumsi umum dibutuhkan untuk mengerti konsep Allport mengenai kepribadian yang sehat. Pertama, manusia yang sehat secara psikologis memiliki karakteristik berupa perilaku proaktif, yaitu mereka mampu bertindak secara sadar dalam lingkungannya melalui pendekatan-pendekatan yang baru dan inovatif, serta membuat lingkungan mereka memberikan respons terhadap mereka.
Selain itu, kepribadian yang sehat lebih dapat termotivasi oleh proses sadar daripada kepribadian yang terganggu, yang membuat mereka menjadi lebih fleksibel dan mandiri dibanding pribadi yang tidak sehat, yang akan tetap terdominasi oleh motif-motif tidak sadar yang berasal dari pengalaman masa kecil mereka.
Allport mengidentifikasikan enam kriteria kepribadian yang sehat, yaitu:
1.      Perluasan perasaan diri, pribadi yang sehat terus mencari untuk dapat mengidentifikasi diri dan berpartisipasi dalam kejadian yang terjadi di luar diri mereka. Mereka tidak terpusat pada diri sendiri serta mampu terlibat dalam masalah dan aktivitas yang tidak terpusat pada diri mereka.
2.      Kepribadian yang sehat memiliki karakter berupa hubungan yang hangat dengan orang lain, mereka mempunyai kapasitas untuk mencintai orang lain dalam cara-cara yang intim dan simpatik dengan orang lain.
3.      Keamanan emosional atau penerimaan diri, pribadi yang sehat menerima diri mereka apa adanya, dan memiliki keseimbangan emosional. Manusia yang sehat secara psikologis tidak akan menjadi terlalu sedih apabila terdapat hal-hal yang berjalan di luar rencana atau saat mereka mengalami hari yang buruk.
4.      Memiliki persepsi yang realsitis mengenai lingkungan di sekitarnya.
5.      Insight dan humor, pribadi yang sehat mengenal dirinya sendiri sehingga tidak mempunyai kebutuhan untuk mengatribusikan kesalahan dan kelemahannya kepada orang lain.
6.      Filosofi kehidupan yang integral, manusia yang sehat mempunyai pandangan yang jelas mengenai tujuan hidup mereka.

b.      Carl Rogers
Menurut Rogers ada lima sifat manusia yang dapat berfungsi sepenuhnya yaitu keterbukaan pada pengalaman, kehidupan eksistensial, kepercayaan terhadap organisme sendiri, perasaan yang bebas, dan kreativitas.

Sumber :
Basuki Heru, A.M. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Gunadarma.
Feist, J.Feist, G.J. 2008. Teori Kepribadian buku 2. Jakarta : Salemba Humanika.

Kamis, 20 Maret 2014

Pengantar Kesehatan Mental



Konsep Sehat                           
Sehat ialah suatu keadaan yang meliputi kesehatan jasmani, rohani dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Sehat juga merupakan kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya, sehat juga berhubungan dengan hukum alam yang mengatur tubuh, jiwa, dan lingkungan berupa udara segar, sinar matahari, diet seimbang, bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Dahulu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah setan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha melalukan perbaikan dalam mengatasi orang-orang yg mengalami gangguan mental.
Kesehatan mental merupakan ungkapan dari W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui "pribadi" pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan.
Kesehatan mental mulai berkembang sejak perang dunia ke II .Sejak awal perang dunia ke II kesehatan mental bukan lagi suatu istilah yang asing bagi orang-orang .Dalam bidang kesehatan mental kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban.
Namun seiring jaman yang semakin maju dan perkembangan ilmu pengetahuan Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris, mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terkena gangguan mental.

Teori Kepribadian Sehat
-          Aliran Psikoanalisa
Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmun Freud dan para pengikutnya. Pada dasarnya manusia di tentukan oleh energy psikis dan pengalaman-pengalaman diri. Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisa yaitu : jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah, kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan dengan belajar, mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego, Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya, dapat menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan.

-          Aliran Behavioristik
Manusia tidak di anggap memiliki sikap diri sendiri. Kepribadian sehat aliran behaviorisme yaitu : mementingkan faktor lingkungan, sifatnya mekanis, mementingkan masa lalu, menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.

-          Aliran Humanistik
Dalam aliran humanistik bersifat optimis, menjadi lebih baik dan berharap pada individu. Setiap manusia mampu untuk menjadi yang lebih baik. Setiap individu dapat mengatasi masalah atau kejadian buruk dalam masa lalunya.

Sumber :


 

Oktiviani Copyright © 2011 Girl Music is Designed by Ipietoon Sponsored by web hosting